Refleksi dari Peta Teladan Allah

Manusia seringkali berusaha memberikan opininya tentang pencintaan atau evolusi. Namun, kita perlu menyadari bahwa kebenaran Allah sama sekali tidak tergantung pada opini manusia. Sebagaimana pun akademinya manusia, ia harus tunduk di bawah kebenaran Allah. Kita menggunakan rasio, tetapi tidak memutlakkan rasio. Ketika Allah menciptakan segala sesuatu, lalu menciptakan manusia, Allah menetapkan mencipta manusia menurut peta dan teladan-Nya sendiri. Manusia adalah refleksi dari peta dan teladan Allah, ketika manusia bekerja, cara kerjanya merefleksikan etos kerjanya. Ketika ia berbicara, ia merefleksikan pikirannya. Jika seorang pendeta yang mata duitan, pasti khotbahnya akan banyak menyinggung tentang uang. Dari cara kita bergaul dengan orang lain. Orang akan mengetahui sifat hidup kita. Jadi, apa yang menjadi karya seseorang, itu merupakan refleksi dari peta dan teladannya.

Karena itu sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah menurut peta dan teladan-Nya, mari kita merefleksikan Allah lewat kehidupan kita. Melalui cara hidup kita setiap hari, dengan melihat kita orang dapat melihat Tuhan yang hidup di dalam kita. dan ingatlah sehebat dan sepintar apapun kita, kita adalah ciptaan, artinya bahwa ada keterbatasan yang kita miliki. Karenanya kita harus tetap tunduk di bawah kebenaran Allah yang menciptakan kita, sebab Allah yang menciptakan kita adalah Allah yang tak terbatas.

Berfirmanlah Allah: Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita.
Kejadian 1:26a

Bagikan Artikel: