Rasa Haus dan Lapar

Rasa Haus dan Lapar
Rasa Haus dan Lapar

Lapar dan haus bagi orang yang berkekurangan tidaklah asing, sebab mereka sering kali mengalami hal tersebut. Tetapi bagi orang yang berkelimpahan, kata ‘Lapar dan Haus’ bisa jadi tidak dipahami dengan benar, karena tidak pernah mengalaminya.

Tentu saja kata ‘Lapar dan Haus’ di sini tidak dimaksudkan secara harafiah tentang makanan dan minuman, melainkan kiasan’ yang menggambarkan keinginan dan kerinduan yang sangat mendalam akan kebenaran yang bersifat spiritual atau rohani. Dari bagian firman Tuhan ini dapat kita pelajari beberapa makna dari ‘Lapar dan Haus’:

– Pertanda Sehat

Kita patut bersyukur kalau kita masih bisa merasakan lapar dan haus, sebab itu menandakan kita masih sehat, masih ada kebutuhan. Dan kalau rasa lapar dan haus itu sudah datang atau menyerang, kita akan berusaha untuk mendapatkan makanan dan minuman untuk memuaskan rasa lapar dan dahaga tersebut. Ada keinginan, ada upaya dan pencapaian.

Akan sangat berbahaya bagi kesehatan jikalau tubuh kita tidak lagi memiliki rasa lapar dan haus, karena hal itu akan membawa kita kepada dehidrasi atau kekurangan cairan, kekurangan nutrisi atau gizi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan kita dan pada akhirnya bisa mengarah kepada kematian. Jadi jikalau ada rasa lapar dan haus, pertanda bahwa kita masih ada kemauan untuk tetap sehat dan hidup.

Tetapi sekali lagi, hal ini berlaku bukan hanya kebutuhan jasmani, tetapi juga kebutuhan rohani kita, yaitu kebenaran. Kebenaran sekali lagi berbicara mengenai hal rohani dan hukum moral serta kesucian. Permasalahannya adalah, masih adakah rasa lapar dan haus akan kebenaran dalam hidup kita? Masihkah kita sehat secara rohani?

– Membawa Kebahagiaan

Banyak orang rindu akan kekayaan, kedudukan, kekuasaan, dan lain sebagainya yan bersifat duniawi, karena itulah yang membahagiakan menurut dunia ini. Tetapi Alkitab berkata, yang berbahagia adalah mereka yang lapar dan haus akan kebenaran.

Rindu akan hal yang bermoral dan suci akan membawa kebahagiaan hidup. Hidup kita jangan puas hanya sampai pada kesadaran akan dosa, berduka karena dosa, tetapi harus sampai kepada rindu akan kehidupan yang suci dan bermoral.

– Rindu akan Firman Tuhan

Kesadaran akan lapar dan haus itu sehat, keinginan untuk kesucian dan bermoral itu baik, tetapi harus diwujudnyatakan dalam kehidupan keseharian kita. Dengan cara apa? Mencari dan membaca firman Tuhan, mengerti lebih dalam akan kebenaran, menerapkan kebenaran dalam kehidupan. Sebab jikalau tidak, semuanya hanya akan menjadi slogan.

Namun sebaliknya, rasa lapar dan haus; keinginan akan kehidupan yang suci dan bermoral –dipahami berdasarkan kebenaran firman Tuhan serta diimplementasikan dalam hidup– niscaya kita akan dipuaskan. Bagaimanakah dengan kehidupan kita saat ini? Adakah rasa lapar dan haus akan kebenaran itu ada dalam hidup kita?

Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran , karena mereka akan dipuaskan.

Matius 5:6

Bagikan Artikel: