Rasa Belas Kasihan

Rasa Belas Kasihan
Rasa Belas Kasihan

Minggu-minggu ini saya sedang mempersiapkan barang-barang untuk dibagikan ke panti asuhan. Teman saya pun bertanya, mengapa saya begitu sibuk untuk memberi kepada orang lain. Saya pun mengatakan bahwa saya pernah mengalami kesusahan di mana hidup dengan segala kekurangan.

Kebanyakan orang timbul rasa kasih yang begitu besar karena mereka sudah mengalami kesusahan yang sama sehingga mampu merasakan penderitaan orang lain. Hal yang paling mudah dilakukan untuk meneruskan rasa belas kasihan itu adalah dengan cara memberi. Memberi tidaklah harus dengan barang-barang yang mahal, melainkan berilah sesuai dengan ketulusan hati.

Tuhan Yesus ketika berbelas kasih kepada lima ribu orang, maka mujizat terjadi. Tuhan hanya tidak ingin orang-orang itu menderita kelaparan. Begitu juga kasih yang Tuhan miliki juga tertanam di dalam hati kita di mana kita harus bisa peduli terhadap orang lain yang sedang mengalami kesusahan hidup.

Ketika kita membuka hati untuk orang lain dengan cara memberi, maka kita sedang mengetuk hati-Nya Tuhan untuk kemudian membuka tangan-Nya untuk memberkati kita. Berilah selama kita masih diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk memberi.

Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan.

Matius 15:32

Bagikan Artikel: