Ranting yang Baru

Ranting yang Baru
Ranting yang Baru

Pernahkah kamu perhatikan bagaimana pohon anggur tumbuh dan bisa berbuah? Perlu diperkuat cabang, ranting dan batangnya. Dan caranya untuk memperkuatnya, diperlukan beberapa kali pangkasan hingga bisa menghasilkan buah yang baik.

Terkadang Tuhan memangkas hidup kita melalui berbagai macam persoalan, itulah yang sering kita sebut sebagai sebuah proses. Sakitkah proses itu? Tentu sakit ketika “dipangkas”, tapi bukankah melalui proses itu kita bisa memiliki cabang, batang dan ranting yang kuat? Bukankah melalui proses itu kita bisa berbuah lebat?

Ranting-ranting yang baru, yang lebih baik, tidak akan bisa bertumbuh jika ranting-ranting yang lama tidak dipngkas terlebih dahulu. Begitu juga dengan kehidupan kita, bila kehidupan lama kita yang buruk itu tidak dipangkas oleh Tuhan, maka tidak akan tumbuh berkat-berkat yang baru bagi hidup kita. Percayalah, asal kita melekat dengan batang pohon anggur yang benar yaitu Tuhan Yesus, maka kita dapat bertumbuh dan berbuah lebat.

Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Yohanes 15:5

Bagikan Artikel: