Ranting-Ranting

Sebutan atau status kita selanjutnya sebagai warga negara Kerajaan Allah adalah rating-ranting. Dalam Kitab Yohanes dikatakan bahwa: “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya.” Ranting adalah bagian dari sebuah tumbuhan atau pohon. Dan kita adalah ranting dari pohon atau pokok anggur yaitu Yesus Kristus. Mengapa kita mendapat sebutan ranting, bukan buah, daun atau akar saja? Kita akan mempelajari keistimewaan dari ranting ini. Pertama, ranting yang tidak berbuah akan dipotong. Ranting yang dipotong berarti: seseorang tidak memiliki hubungan lagi dengan Tuhan, terpisah dari Tuhan. Ranting yang dipotong berarti: terpisah dari sumber kehidupan, pada akhirnya akan mati. Kedua, ranting yang tidak berbuah akan dibersihkan-Nya. Hidup kita sebagai orang percaya telah dibersihkan ketika Yesus mati di atas kayu salib, namun selama kita masih hidup di dunia ini hidup kita harus terus dibersihkan. Dibersihkan dengan apa? Dengan firman Allah. Ketiga, ranting tidak bisa berbuah dari dirinya sendiri. Keempat, ranting harus tinggal dan melekat pada pokok anggur. Sebab syarat mutlak untuk dapat berbuah adalah tinggal dan melekat pada pokok anggur. Artinya tetap tinggal di dalam Tuhan. Kelima, ranting yang terus melekat dengan pokok anggur akan berbuah banyak.

Itulah ciri-ciri dari ranting yang seharusnya. Bagaimana dengan hidup kita, apakah kita sudah layak memiliki status ranting-ranting? Jika belum, mari kita mulai belajar untuk menjadi ranting yang menghasilkan buah. Sebab ranting yang tidak menghasilkan buah akan dipotong dan dilemparkan ke dalam api. Untuk itu masih kita terus membaca dan merenungkan firman Tuhan, agar hidup kita dibersihkan setiap hari oleh kebenaran-Nya. Mari kita tetap tinggal melekat kepada pokok anggur kita yaitu Yesus Kristus, sebab tanpa Dia kita akan mati dan pada akhirnya akan dibakar di dalam api. Dan mari kita terus melekat kepada-Nya, karena hanya dengan melekat kepada-Nya kita akan menghasilkan buah lebat. Jangan pernah meninggalkan Yesus, teruslah tinggal dan melekat pada-Nya. Sekali Yesus, tetap Yesus selamanya.

Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
Yohanes 15:5

Bagikan Artikel: