Prinsip Hidup Yang Salah

Manusia yang memaknai hidupnya berdasarkan dorongan hawa nafsu, kepuasan diri dan kenikmatan diri merupakan salah satu indikasi bahwa manusia merasa tidak membutuhkan Tuhan dalam hidup. Seseorang yang merasa tidak membutuhkan Tuhan akan cenderung hidup dengan bebas tanpa mempedulikan norma yang berlaku, melawan hukum dan hidup bebas. Semakin ia mengeraskan hati terhadap kebutuhannya akan Tuhan, semakin ia tidak takut berbuat jahat. Mereka menganggap tidak ada norma kebenaran yang harus dipatuhi, karena setiap individu bebas menentukan apa yang benar menurut pemikiran dan kehendaknya sendiri. Manusia bebas hidup tanpa tanggung jawab dan melawan suara hati nuraninya. Ini adalah cara pandang hidup duniawi yang memandang realitas hidup sebagai hal yang relatif tanpa arti, tidak ada tujuan dan makna. Kegagalan untuk memahami realitas hidup menurut cara pandang yang benar, hanya akan mengakibatkan pola hidup yang bertentangan dengan nilai-nilai moralitas.

Karena itu sebagai orang percaya kita membutuhkan cara pandang yang benar berdasarkan firman Allah untuk membangun hidup yang bermakna. Kebenaran firman Tuhan adalah dasar hidup yang mutlak yang harus ditaati. Ingatlah bahwa kita ini adalah makhluk ciptaan, sehebat-hebatnya makhluk ciptaan tidak akan dapat menandingi yang menciptakannya. Oleh sebab itu kita harus sadar bahwa kita selalu membutuhkan Tuhan dalam menjalani hidup ini, kita perlu tangan yang lebih kuat untuk jadi tempat kita bergantung dan kita butuh penolong untuk membantu kita melakukan hal-hal yang benar. Mari kita bergantung penuh kepada Tuhan yang menciptakan kita, dan menjadikan firman Tuhan sebagai dasar hidup kita setiap hari. Ingatlah juga sehebat-hebatnya kita, kita membutuhkan Tuhan.

Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat
2 Petrus 2:2

Bagikan Artikel: