Persahabatan dalam Tuhan

Persahabatan dalam Tuhan
Persahabatan dalam Tuhan

Persahabatan Yonatan dan Daud adalah contoh persahabatan sejati. Karena mereka menjadikan Tuhan sebagai landasan persahabatan mereka. Yonatan berusaha keras membantu Daud yang sedang menghadapi masalah dan ia juga menguatkan kepercayaan Daud pada Allah. Daud tetap percaya pada sahabatnya itu meskipun Saul, ayah sahabatnya sendiri, mencoba membunuhnya. Mereka juga saling berjanji dihadapan Tuhan dan menggenapi janji mereka masing-masing. Persahabatan mereka bukan untuk saling mencari keuntungan, melainkan untuk saling memberikan yang terbaik.

Kasih seorang sahabat tidak memandang rupa, status, ataupun jabatan. Seorang sahabat akan menegur dengan jujur saat mengetahui kesalahan yang dilakukan sahabatnya, karena ia tidak mau melihat sahabatnya terjerumus pada hal yang tidak benar dalam pandangan Tuhan. Dan juga akan berusaha memberi pertolongan dan dukungan bila melihat sahabatnya dalam kesusahan. Mereka menjadi tempat berbagi tawa dan juga kesedihan. Proses mematangkan persahabatan memang membutuhkan usaha pemeliharaan dan kesetiaan. Apa yang kita alami dalam persahabatan terkadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan menjadi tahan uji dan bernilai.

Persahabatan Kristen harusnya lebih dari sekedar berbagi minat yang sama atau berbagi cerita, persahabatan Kristen juga bertujuan untuk mengokohkan iman masing-masing pada Tuhan. Persahabatan di dalam Tuhan dibangun dengan tujuan sama-sama ingin menyenangkan hatiNya dan harus dilandasi oleh kasih, bukan perkara untung rugi. Dan firman Tuhan adalah pegangan utama dalam menjalin persahabatan yang sehat. Karena persahabatan yang dilandasi kasih Tuhan akan menghasilkan pertumbuhan iman dan juga karakter.

Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.

Amsal 17:17

Bagikan Artikel: