Pernikahan Serupa Roda Sepeda

Pernikahan serupa roda sepeda. Ia harus berputar bersama-sama agar tetap melaju. Bila salah satu rodanya kempes atau bahkan lepas, maka sepeda itu akan oleng dan terjatuh. Seperti itulah arti seorang istri atau suami, yaitu sebagai penolong agar kehidupan tetap melaju dengan baik.

Kita tidak bisa mengupayakan pernikahan yang bahagia seorang diri. Kebahagiaan itu harus ditumbuhkan bersama-sama. Dan benih yang harus kita tanam dalam hati adalah kasih.

Jangan sampai di tengah perjalanan, kita merasa bahwa telah salah memilih pasangan. Bukan pasangan kita yang salah, namun justru hati kitalah yang salah. Saat kita tidak bisa menerima kekurangannya, maka kita telah gagal untuk mengasihi.

Tidak ada yang salah dengan bahtera rumah tanggamu, yang keliru adalah tentang bagaimana kamu dan pasanganmu mengemudikannya. Kemudikanlah rumah tanggamu dalam nama Yesus!

Bagikan Artikel: