Perjumpaan Pribadi Dengan Tuhan

Perjumpaan dengan Tuhan secara pribadi merupakan hal yang mendasar dalam memenuhi panggilan Tuhan atas setiap orang percaya. Perjumpaan dengan Tuhan juga akan menolong kita untuk mengenal Tuhan secara benar. Perjumpaan ini diawali dengan pengakuan akan dosa-dosa kita kepadanya, kesadaran akan anugerah pengampunan dan penebusan atas segala dosa yang telah kita terima serta kesadaran akan kebesaran, kekuasaan dan kemahatahuan Tuhan atas hidup kita. Perjumpaan pribadi dengan Tuhan juga akan membawa setiap pribadi mengenal bahwa Allah yang memanggilnya adalah Allah yang selalu ada, setia dan sanggup menjamin hidupnya. Karena itu setelah mengalami semua itu maka panggilan Tuhan terhadap diri kita bukan lagi sesuatu yang terpaksa harus kita lakukan tetapi dengan sukarela memenuhi panggilan tersebut dan siap sedia untuk melakukan tugas pelayanan sebagai orang percaya.

Lalu bagaimana dengan hidup kita sebagai orang percaya. Apakah kita sudah melakukan tugas pelayanan kita dengan sukarela? Jika belum, mungkin kita belum mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan. Sebab orang yang mengaku sudah berjumpa secara pribadi dengan Tuhan akan dengan sukarela melakukan tugas pelayanan yang dipercayakan Tuhan dalam hidupnya. Tugas itu bisa berupa pelayanan dalam gereja, dalam keluarga dan dalam pekerjaan kita. Mari kita lakukan tugas itu dengan sebaik mungkin, karena kita tahu bahwa Allah yang memanggil kita adalah Allah yang setia dan Allah yang menjamin hidup kita, Dia juga telah membuktikan dengan memberikan yang terbaik dari hidup-Nya untuk hidup kita.

Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!”
Yesaya 6:8 (TB)

Bagikan Artikel: