Percayalah Kepada Tuhan, Maka Kita Akan Terbang Dengan Aman

Saat naik pesawat, kita pasti akan mengendalikan rasa takut. Kita berusaha membuang rasa takut itu sejauh mungkin dan mulai percaya kepada pilot. Kita akan menepis dugaan-dugaan buruk dan percaya bahwa pesawat yang kita naiki adalah yang terbaik.

Ketika berada di atas pesawat yang mengudara, hidup dan mati kita seolah berada pada kemudi pesawat. Itu artinya hidup kita terletak pada pengendali pesawat yaitu pilot. Kita pun yakin bahwa pilot sudah memiliki jam terbang yang tinggi hingga mampu membawa penumpangnya dengan selamat.

Begitu juga dengan kehidupan kita, Yesuslah yang mengendalikannya. Saat kita percaya kepada-Nya, maka kita akan terbang dengan aman. Namun saat kita tidak percaya, takut, ragu dan mulai goyah, maka kita akan terjatuh dalam berbagai macam pencobaan iblis.

Iblis senang bila kita meragukan Yesus. Iblis akan bangga karena kita tidak mempercayai Tuhan yang memiliki kuasa besar. Iblis akan membuat kita meletakkan hidup di atas ketakutan, sehingga kita kehilangan iman. Padahal dengan iman sebesar biji sesawi pun, perkara mustahil pun akan menjadi mungkin. Dengan iman pula, iblis tunduk di bawah kaki kita.

Orang-orang yang percaya kepada TUHAN adalah seperti gunung Sion yang tidak goyang, yang tetap untuk selama-lamanya.

Mazmur 125:1

Bagikan Artikel: