Perbincangan antara Tuhan dan Manusia

Suatu sore, seorang anak manusia datang menghampiri Tuhan. Dan Tuhan pun mengajaknya berbincang.

Tuhan : Apa yang menurutmu paling mudah untuk dilakukan manusia?
Manusia : Makan dan tidur, Tuhan.

Tuhan : Apa yang paling berat?
Manusia : Mungkin mengangkat batu besar.

Tuhan : Apa yang menurutmu mustahil?
Manusia : Memindahkan gunung.

Tuhan : Apa yang paling jauh?
Manusia : Bulan.

Tuhan : Apa yang paling tajam?
Manusia : Ya, pastilah pisau.

Tuhan : Dan yang paling ringan?
Manusia : Debu.

Tuhan : Yang paling dekat denganmu?
Manusia : Pacar.

Tuhan pun tersenyum, “Yang paling berat untuk dilakukan manusia adalah memegang janjinya. Kadangkala mereka lebih mudah mengingkarinya. Dan yang paling jauh adalah masa lalu, manusia tidak akan pernah bisa menjangkaunya kembali. Kehidupan manusia itu sesungguhnya lebih dekat dengan kematian dan hanya Akulah yang dapat menghindarkan mereka dari maut. Namun mereka seringkali melupakan Aku. Dengan ringan-Nya mereka meninggalkan-Ku. Manusia juga sering gagal mengendalikan lidahnya. Lidah mereka itu lebih tajam dari pisau. Dapat melukai siapapun dan menimbulkan perpecahan. Banyak pula yang tidak menyadari bahwa Aku adalah Tuhan yang besar, yang mampu melakukan perkara-perkara yang mustahil.”

Bagikan Artikel: