Penyembahan terindah tercatat dalam kitab Wahyu. Mengapa dikatakan penyembahan terindah? Karena pada saat itu kita semua bersama-sama menyaksikan dengan mata kepala kita, menatap langsung, bertemu muka dengan muka dengan kemuliaan Allah Bapa. Dalam penyembahan ini kita bersama-sama dengan orang-orang kudus dari segala tempat bersehati memuji dan mengagungkan nama kebesaran Tuhan. Prinsip penyembahannya adalah Tuhan dan kemuliaan-Nya harus menjadi pusat dan tujuan utama ibadah kita. Tuhan sebagai pusat atau poros di tengah semua umat yang memuji, Tuhan adalah pusat penyembahan itu. Agar penyembahan kita dapat berpusat kepada Allah; kita harus menyembah dengan penuh rasa hormat dan sukacita, memberi semua yang terbaik dari hidup kita.

Itulah sebabnya jika ingin menyembahan kita saat ini menjadi penyembahan yang berkenan, penyembahan itu harus berpusat kepada kemuliaan dan kebesaran Allah. Penyembahan yang kita kerjakan harus dengan segenap hati, bukan hanya menyanyi, melainkan dengan penuh kesadaran bahwa kita menghormati dan penuh sukacita ketika menyembah, dan memberikan yang terbaik dari seluruh bagi Tuhan.

Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya.
Wahyu 4:9 (TB)