Penguasaan Diri

Penguasaan diri atau pembatasan diri (Yun: egkrateia), yaitu menguasai keinginan dan nafsu diri sendiri. Penguasaan diri khususnya berhubungan pada pembatasan keinginan-keinginan daging. Mungkin saja persoalan-persoalan yang dihadapi manusia karena kurangnya pengekangan diri dalam setiap perangai.

Penguasaan diri bukanlah sesuatu yang dapat dihasilkan seseorang dengan usahanya sendiri. Walaupun penguasaan diri ini merupakan suatu karya ilahi dari Roh, penguasaan diri juga harus dilatih secara mandiri, dengan melakukannya melalui pertolongan Roh Kudus.

Teruslah melatih diri dalam segala hal; kasih tanpa pengendalian diri akan menjerumuskan, kebaikan tanpa pengendalian diri akan membuat orang terlihat bodoh, kemurahan hati tanpa pengendalian dirinya, akan dimanfaatkan. Karena itu segala sesuatu harus dilakukan sesuai dengan porsinya dan yang terpenting sesuai dengan kebenaran firman Tuhan dan berserah pada bimbingan Allah Roh Kudus.

Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh
Galatia 5:22-23, 25

Bagikan Artikel: