Penghianatan

Pada saat Allah memutuskan untuk masuk ke dalam sejarah manusia, yang terikat oleh waktu dan tempat Allah memilih untuk menjadi terikat oleh suatu bangsa dan komunitas tertentu seperti yang ditunjukkan oleh inkarnasi. Ini adalah rencana Allah yang memang dimulai dari sejak zaman Adam dan Hawa (dalam sebuah perkawinan), Nabi Nuh, Abraham (dalam suatu suku), Musa (dalam satu bangsa), Raja Daud (dalam suatu kerajaan atau bangsa pilihan), dan kemudian Yesus (yang mendirikan gereja dan mencakup seluruh bangsa). Jika dilihat, semua langkah-langkah diatas dari Adam sampai Raja Daud senantiasa diwarnai oleh ketidaksetiaan umat  terhadap Allah. Dari sejak rencana semula, penghianatan demi penghianatan di lakukan oleh umat kepada Allah, namun itu tidak memperngaruhi semua rencana Allah bagi umat-Nya.

Penghianatan adalah pelanggaran terhadap kepercayaan dan keyakinan yang telah diberikan kepada kita. Penghianatan ini bisa berakibat fatal terhadap pihak yang dihianati. Namun Allah kita adalah Allah yang penuh kasih maka penghianatan manusia tidak pernah mempengaruhi rencananya terhadap manusia. Bahwasanya kasih dan kesetiaan Allah kekal. Jika demikian besar kasih dan kesetiaan Allah kepada kita, apakah kita masih akan terus hidup dengan menghianati-Nya? mari kita renungkan dan berubah, membalas kesetiaan Tuhan dengan kasih dan kesetiaan juga kepada-Nya, hidup dalam takut akan Tuhan dan melakukan kehendak-Nya dalam hidup kita.

Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya. Dan kesetiaan-Nya turun temurun.
Mazmur 100:5

Bagikan Artikel: