Pengaruh Orang Benar Terhadap Orang Lain

Sebutan sebagai sahabat Allah disandang oleh Abraham karena kedekatannya dengan Allah. Hal itu dibuktikan ketika Allah memberitahukannya kepada Abraham bahwa Ia akan memusnahkan Sodom dan Gomora. Ketika melihat kehidupan Abraham lebih dalam, kita akan melihat bahwa selain dekat dengan Allah, ia juga adalah seorang yang mempedulikan sesamanya. Ia berusaha untuk menyelamatkan orang-orang yang ada di kota Sodom dan Gomora dengan mengajukan sebuah penawaran kepada Allah. Pada Akhirnya Allah bersedia menyelamatkan jika ada 10 orang benar di sana. Tuhan bermaksud mengajarkan sesuatu kepada Abraham sehubungan dengan misinya yaitu kekuatan untuk mempengaruhi orang lain. Tuhan juga ingin mengajarkan kepada Abraham bahwa orang-orang benar memiliki pengaruh yang besar terhadap keselamatan orang-orang di sekitarnya. Tuhan juga mengajarkan kepada Abraham bahwa kehidupan orang benar harus menjadi panutan dengan dalam hal kebajikan dan kebaikan, serta bertanggung jawabnya untuk mengajarkan kepada orang lain agar melakukan kebaikan dan keadilan juga. Keadilan, kebaikan serta fokus pada hubungan dengan Tuhan merupakan nilai-nilai esensial yang dapat diwariskan.

Karena itu sebagai orang percaya memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan, agar kita memiliki kepekaan akan suara Tuhan. Kedekatan kita dengan Tuhan ini akan membuat kita memiliki kepedulian dan tanggungjawab terhadap keselamatan orang-orang di sekeliling kita. Caranya dengan hidup benar sehingga dapat menjadi panutan dan tidak lupa untuk mengajarkan kepada orang-orang di sekeliling kita. Sebab kehadiran kita sebagai orang percaya memiliki pengaruh yang besar terhadap keselamatan orang-orang di sekitar kita. Mari kita lakukan tugas kita, seperti Abraham melakukan tugas.

usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu
Yeremia 29:7

Bagikan Artikel: