Pengantar Surat

Pengantar Surat
Pengantar Surat

Kemarin dari siang hingga sore, hujan tak berhenti. Kebetulan sore itu ada pengantar surat datang ke rumah saya dan memberikan sebuah surat. Yang mengantarkan surat saya adalah seorang bapak, tubuhnya tidak terlalu gemuk dan rambutnya sedikit beruban. Jari tangan bapak itu sedikit keriput, mungkin selain terkena air hujan juga udara begitu dingin.

Saya begitu kagum sebab rumah saya tergolong jauh dan dibutuhkan waktu yang lama untuk bisa tiba di daerah saya. Dalam hujan yang lebat dan udara dingin, bapak itu tetap menjalankan tugasnya sebagai pengantar surat dan harus bertanggung jawab terhadap surat-surat yang ia bawa.

Kemudian saya mulai melihat diri sendiri. Saya menjadi sadar bahwa sesungguhnya keberadaan kita di dunia ini adalah sebagai pembawa pesan keselamatan dari Tuhan Yesus. Tuhan ingin kita menyampaikan “pesan” itu kepada orang-orang dunia agar mereka beroleh keselamatan.

Namun ada saja hal-hal yang menghambat kita sebagai pembawa pesan. Iblis selalu punya cara untuk menghalangi kita. Iblis akan berusaha menggagalkan kita, bahkan berusaha membuat kita jatuh ke dalam dosa. Bapak pengantar surat begitu taat menjalankan tugasnya, begitu juga dengan kita yang harus taat menjalankan perintah Tuhan. Semakin kita taat, semakin kita dekat, dan semakin dijauhkan iblis dari hidup kita.

tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala

Efesus 4:15

Bagikan Artikel: