Pengampunan yang Tulus

Respon kita terhadap orang yang bersalah dan merugikan hidup kita akan menentukan tindakan yang akan kita ambil. Tidak sedikit orang yang merespon kesalahan orang lain dengan cara membalas dendam dengan dalil menuntut keadilan. Bagi manusia balas dendam merupakan siklus alami yang dilakukan oleh seseorang ketika melakukan sebuah kesalahan. Siklus ini tidak akan pernah berhenti, karena setiap orang merasa bahwa dirinya paling benar. Ketika seseorang merasa sebagai korban maka balas dendam dianggap sebagai pembalasan yang layak diterima oleh pelaku.

Di dalam bukunya Cornelius Platinga mengatakan bahwa sesungguhnya yang lebih berbahaya bukanlah pelaku dosa melainkan korban dosa.  Karena itu, respon kita terhadap orang yang melakukan kesalahan akan mempengaruhi tindakan yang akan kita ambil. Sebagai orang percaya respon kita kepada orang yang bersalah bukanlah balas dendam melainkan melakukan kebaikan kepadanya. Karena firman Tuhan mengatakan, jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, lakukanlah yang baik kepada orang yang berbuat jahat kepadamu. Mengingat bahwa pembalasan adalah hak Tuhan, jadi ketika kita berbuat baik, kita sedang memberi kesempatan bagi Tuhan untuk membalas setiap perbuatan mereka. Allah kita adalah Allah yang adil, yang akan membalas setiap orang sesuai dengan perbuatannya. Berilah pengampunan yang tulus, agar damai sejahtera Allah menguasai hati kita. Selamat mengampuni dan berbuat baik.

Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!
Roma 12:17

Bagikan Artikel: