Pendoa Syafaat

Status kita selanjutnya sebagai warga negara Kerajaan Allah adalah pendoa syafaat. Syafaat berasal dari bahasa latin yaitu inter, yang berarti “antara” dan cedere, yang artinya “pergi.” Jadi, syafaat berarti pergi di antara atau berdiri di antara jurang yang terpisah. Bersyafaat berarti seseorang yang berada di antara dua perbedaan yang besar; mencampuri dua pihak sebagai sahabat yang sama bagi keduanya; tidak berat sebelah; mengadakan negosiasi antara orang-orang dengan tujuan mendamaikan; menengahi demi perdamaian. Bersyafaat berarti berdoa di hadapan Tuhan dengan menggunakan hak orang lain agar menerima rahmat Tuhan untuk kepentingan orang lain. Jadi syafaat atau bersyafaat berarti menjadi penengah, berada di antara dua pihak, memohon kepada orang lain, mewakili satu pihak ke pihak lain. Beberapa contoh pendoa syafaat dalam Perjanjian Lama adalah para pemimpin umat Allah; seperti raja, Nabi, dan Imam. Mereka bertugas memimpin doa syafaat bagi bangsa Israel. Sedangkan dalam Perjanjian Baru: Gereja mula-mula; Paulus bersyafaat bagi banyak orang dan gereja.

Karena itu jika status kita sebagai pendoa syafaat, apakah kita sudah melakukan tugas kita untuk berdoa bagi orang lain? Jangan kita menjadi egois dengan mementingkan diri sendiri dan lupa untuk mendoakan orang lain. Sadarilah bahwa orang lain membutuhkan kita membutuhkan doa-doa kita. Mari kita saling mendoakan atau bersyafaat untuk menopang, mendukung satu dengan yang lain melalui doa yang tak putus-putus kepada Tuhan. Ingatlah bahwa bersyafaat adalah perintah Tuhan dan bentuk kepedulian kita kepada orang lain.

Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang.
1 Timotius 2:1

Bagikan Artikel: