Pendengar yang Baik

Pendengar yang Baik
Pendengar yang Baik

Di tempat kerja, saya sering menjadi tempat curhatan teman-teman saya. Ada yang menceritakan tentang keluarganya, hubungan asmaranya, dan bahkan tentang kejengkelannya terhadap sesama rekan kerja juga atasan. Ada begitu cerita kehidupan yang masuk ke dalam telinga saya.

Sebenarnya, akan sangat mudah jika saya ingin mengadu domba, yaitu dengan membongkar semua cerita. Namun saya ingin belajar untuk menjadi pendengar yang baik. Saya akan mendengarkan segala hal yang teman-teman sampaikan tanpa ikut memberikan bumbu tak sedap pada apa yang disampaikan. Selain itu, saya juga akan memberikan motivasi jika memang dibutuhkan.

Untuk menjadi pendengar yang baik, tidak hanya membutuhkan kedua telinga, tetapi juga hati yang siap tanpa menimbulkan emosi, juga pikiran positif yang kelak dapat membantu memcehkan permasalahan orang lain (atau memberikan dukungan positif).

Belajarlah untuk tidak menjadi penggosip dan mulai membuak rahasia orang lain. Jadilah pribadi yang dapat bertanggung jawab, jika kita benar-benar peduli dan mengasihi sesama. Lebih baik menjadi pendamai dari pada pengacau, sebab Tuhan memberkati pendamai.

Hati orang berhikmat menuju ke kanan, tetapi hati orang bodoh ke kiri.

Pengkhotbah 10:2

Bagikan Artikel: