Pembalasan yang Baik

Bibi Huang baru saja menjual seluruh kue buatannya ke pasar. Hasil yang ia dapat biasanya dipergunakan untuk membeli beras. Namun sore itu ketika hendak pulang, Bibi Huang melihat seorang anak kecil yang menangis sendirian di tepi jalan. Anak itu mengaku sangat lapar dan sedang tersesat. Dengan uang yang tidak seberapa, Bibi Huang membelikan anak itu kue dan minuman kemudian mengantarkannya ke kantor polisi.

Bibi Huang pulang dengan langkah gontai. Bibi Huang tidak tahu harus mencari uang dari mana untuk makan esok hari. Bibi Huang pulang dengan tersedu. Betapa terkejutnya ketika dilihatnya tumpukan karung beras di depan rumahnya, sementara anak kecil yang baru saja ditolongannya melambaikan tangan. Rupanya setelah polisi mengantarkan anak itu ke rumah, kedua orang tuanya menanyakan rumah Bibi Huang. Sebagai balas budi, diberinya Bibi Huang beras berkarung-karung.

Selalu ada pembalasan yang baik untuk hati yang baik. Meskipun kebaikan itu harus dibayar dengan harga yang mahal, kelak Tuhan akan mengembalikannya dengan buah yang lebih baik. Tidak selamanya orang baik hidup dalam penderitaan, pasti di masa yang akan datang akan merasakan kenikmatan.

Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.
1 Petrus 3:17

Bagikan Artikel: