Pemahaman yang Benar Tentang Diri Sendiri

Dunia semakin hari semakin egois, manusia hanya mencintai dirinya sendiri. Kita seringkali menjadi egois ketika berhubungan dengan aktualisasi diri, penghargaan diri dan pemuasan diri. Sebagai orang percaya, kita harus memiliki konsep alkitabiah mengenai Tuhan dan anugerahnya. Artinya bahwa kita harus memiliki pemahaman yang benar tentang diri kita sendiri. Tanpa pemahaman diri yang benar, kita akan diombang-ambingkan antara ketakutan dan ketidaknyamanan yang berlebihan, yang mengakibatkan kita menjadi manusia yang mencintai diri sendiri. Kita harus mengenal kemampuan dan keterbatasan kita, sekaligus mengingat anugerah-Nya atas kita yang akan memimpin kita. Pandangan kita tentang diri kita akan mempengaruhi reaksi atau tindakan kita kepada orang lain.

Karena itu, sebagai manusia yang diciptakan Allah dengan segala kemampuan dan potensi diri, kita juga harus menyadari keterbatasan diri kita. Hal ini berarti kita membutuhkan orang lain, dan orang lain membutuhkan kita. Ketika kita tidak mau menyadari keterbatasan diri kita, kita akan menjadi orang yang tak pernah puas untuk mengejar prestasi, penghargaan dan pemuasan diri sendiri. Sesungguhnya segala yang kita butuhkan ada di dalam Tuhan, kemampuan atau kelemahan tidak akan menambahi apa pun dalam hidup kita.

Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.
Roma 12:3

Bagikan Artikel: