Pelukan yang Membangkitkan

Di salah satu kelas melukis, terdapat murid baru dengan rambut keriting dan berkulit hitam. Teman-teman sekelas mengucilkannya, bahkan berharap anak itu segera keluar dari kelas melukis. Namun ibu guru datang dan memeluk anak baru itu cukup lama. Semua murid terdiam.

Pelukan dari ibu guru membuat hati anak itu tenang dan kembali bersemangat. Anak itu yakin bahwa kelak teman-temannya akan menerima keberadaannya. Dan benar saja, karena kepandaian dalam melukis dan keramahannya, anak itu disukai oleh teman-temannya.

Kita pasti pernah menghadapi penolakan. Kita dikucilkan karena dianggap lemah dan berbeda. Dan saat ada seseorang yang menerima kita, hati kita menjadi tenang dan mulai percaya diri.

Perlakukanlah orang lain dengan baik sekalipun mereka memiliki kekurangan. Jangan menganggap mereka berbeda sebab Tuhan menciptakan manusia dengan kelebihannya masing-masing. Sebab kasih bukanlah pemilih. Kasih itu selalu adil dan tidak memandang rupa. Dan kasihilah sesamamu jika ingin dikasihi oleh Allah.

Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri.

Roma 15:1

Bagikan Artikel: