Paradigma Hidup

Ada berbagai orang macam dengan paradigma hidup yang berbeda, tidak heran menghasilkan gaya hidup yang berbeda pula. Ada orang-orang yang sangat fokus dan berorientasi pada tujuan hidup dan mempunyai motivasi hidup yang dijiwai oleh misi/panggilan hidup mereka, namun ada juga yang menjalani hidup dengan santai. Ada orang-orang yang lahir dengan jiwa petualang dan bersedia mengambil resiko dalam hidupnya, sedangkan orang lain tidak berani melakukan apa pun karena ketakutan akan gagal. Beberapa orang lagi memutuskan kehidupan mereka untuk melayani orang lain, sementara yang lain fokus hanya untuk memenuhi keinginan sendiri. Terjadinya paradigma hidup ini, salah satu faktor penyebabnya adalah karena cara pandang manusia dibentuk menurut proses pendidikan yang diterima dalam keluarga, yang kemudian dilanjutkan dengan pendidikan di sekolah dan proses belajar melalui media informasi. Perbedaan proses pengalaman dan pendidikan inilah yang menyebabkan terbentuknya banyak persepsi dan cara pandang yang menghasilkan tindakan, prinsip serta gaya hidup yang berbeda-beda.

Jadi karena paradigma hidup terbentuk dari pengalaman dan pendidikan dalam keluarga, sekolah dan media informasi. Seharusnya kita sebagai orangtua, atau orang yang lebih paham hendaknya sungguh-sungguh menanamkan kebenaran kepada anak-anak atau jemaat sehingga mereka memiliki paradigma hidup yang benar sesuai dengan kehendak Allah. Kita juga harus lebih selektif dalam menerima berbagai informasi yang dapat mempengaruhi pola pikir kita.

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah; apa yang  baik, yang berkenan kepada Allah.”
Roma 12:2

Bagikan Artikel: