Orang Pilihan

Menjadi orang pilihan atau orang yang terpilih, terkadang menjadikan kita manusia yang sombong. Bahkan terkadang kita tidak mampu menyeimbangkan antara peran kita sebagai orang pilihan dengan kebanggaan dan kesombongan akibat dari menjadi orang terpilih. Ketika kita memiliki begitu banyak hal, kita menempatkan diri lebih tinggi dan lebih penting dari orang lain yang ada di sekitar kita. Sehingga berkat dan status yang kita miliki itu secara sangat mudah dapat menimbulkan dampak yang sama sekali bertolak belakang dengan tujuan yang sesungguhnya. Tetapi ketika kita melihat Abraham, kita akan melihat kehidupan yang luar biasa sebagai orang pilihan Allah. Abraham sangatlah kaya, ia memiliki banyak berkat dari Tuhan. Abraham melihat adanya potensi terjadinya kecemburuan atas apa yang dimilikinya, jadi ia tidak menetap dan tidak memperlihatkan kekayaannya tersebut. Ia tetap berkelana dan hidup dalam tenda dari waktu ke waktu. Karena ia ingin kehidupannya membawa dampak yang positif bagi orang lain.

Kita adalah orang-orang yang telah dipilih Allah dan tentu Allah telah memberkati kita dengan berkat-berkat yang sekarang pada kita. Sekarang yang perlu kita lakukan adalah bagaimana sikap kita untuk mengolah setiap berkat tersebut. Jangan sampai kita menjadi orang yang sombong, yang menganggap diri kita lebih istimewa dari yang lain dan akhirnya kita tidak dapat menjadi berkat bagi orang lain. Ingatlah tujuan Allah memberkati kita adalah agar kita menjadi berkat, membawa dampak yang positif bagi orang-orang di sekeliling kita.

Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
Kejadian 12:2

Bagikan Artikel: