Nenek yang Menangis

 

Nenek yang Menangis
Nenek yang Menangis

Mobil mewah berhenti di depan bangunan tua. Dua anak kecil turun dengan membawa banyak makanan, sedangkan kedua orang tuanya membawa pakaian yang begitu mahal. Keluarga itu menemui seorang nenek. Tampak binar kebahagiaan pada kedua matanya ketika memeluk cucunya. Tidak lama kemudian keluarga itu pergi meninggalkan sang nenek.

Nenek itu sama sekali tidak menyentuh barang-barang yang mereka bawakan, melainkan menitikkan air matanya. Saya yang kebetulan sedang berkunjung untuk melakukan kegiatan sosial mencoba untuk mendekatinya. Nenek itu berkata, “Saya tidak pernah menginginkan semua ini. Barang-barang yang mahal, makanan enak atau apapun yang mereka bawakan kepada saya tidak akan pernah bisa membuat saya bahagia di panti jompo ini.”

Adalah orang yang sudah kehilangan kasih yang mampu menempatkan orang tuanya di panti jompo. Yang kita inginkan sebagai manusia adalah kebersamaan bersama keluarga. Yang kita butuhkan sebagai manusia adalah saling mendukung dan menguatkan. Ketika ibu melahirkan kita, ia merawat kita hingga kita dewasa. Ibu tidak pernah melahirkan kita untuk kemudian membuang atau menempatkannya ke dalam panti asuhan. Lalu saat orang tua kita sudah menua, pantaskah kita menyudahi kasih kita pada mereka?

Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

Ulangan 5:16

Bagikan Artikel: