Murid-murid adalah Pelayan

Perumpamaan tentang murid-murid yang tidak jujur ditunjukkan Yesus kepada murid-murid-Nya. Ceritanya ada seorang pengusaha kaya mempekerjakan seorang bendara untuk mengurus keuangannya. Beberapa waktu kemudian, tuannya mengetahui bahwa bendaharanya telah menghamburkan uangnya dengan sia-sia. Kemudian tuan tersebut memerintahkan untuk melakukan audit dan mereka memberikan saran agar bendara tersebut dipecat. Dalam cerita ini Yesus mengajukan prinsip-prinsip yang harus dipenuhi untuk menjadi murid-Nya sepanjang waktu. Bagaimanapun juga semua murid adalah pelayan-Nya di bumi ini. Terkait dengan harta benda, Yesus ingin mengingatkan kepada murid-muridnya bahwa harta di dunia ini tidak benar-benar bernilai, nilainya tertentu dan sementara. Sedangkan kerohanian jauh lebih bernilai, tidak dapat diukur dan tidak dapat berakhir. Satu hal lagi Yesus ingin mengingatkan kita bahwa harta yang kita miliki bukan kepunyaan kita, melainkan kepunyaan Tuhan. Yang dapat disebut sebagai miliki kita adalah buah dari kerajaan belajar dan pelayanan serta hadiah dari iman dari seorang murid yang sejati.

Oleh karena itu, mari kita hidup dengan jujur, sebab kita ini adalah pelayan-Nya yang harus melakukan apa yang menjadi perintah-Nya sebagai Tuan kita. Lakukan segala sesuatu dengan jujur, sebab kepercayaan yang Tuhan beri kepada kita akan menguji kita, apakah kita akan tetap setia atau kita berlaku curang, hal itu akan menentukan akhir langkah hidup kita. Ingatlah juga bahwa tidak ada harta dunia yang benar-benar bernilai, sebab akan ada saatnya semua akan lenyap dan berlalu, tetapi harta sorgawi akan tinggal tetap dan tidak akan berakhir yang membawa kita kepada kehidupan kekal bersama dengan Tuhan Yesus di sorga.

Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?
Lukas 16:12

Bagikan Artikel: