Mertua Itu Bukan Musuhmu

Ada seorang pemuda yang baru saja menikahi anak orang kaya. Pemuda ini pada awal mula perkenalan sangatlah baik, namun setelah beberapa bulan pernikahan menjadi sebalaiknya. Ia tidak mau mendengarkan nasihat maupun permintaan tolong dari mertuanya. Ia bertindak sesuka hati bahkan mulai membenci mertuanya.

Perilakunya semakin buruk, ia meminta harta mertuanya dengan paksa karena ingin hidup mewah sehingga membuat mertuanya jatuh sakit. Herannya, ia merasa tidak bersalah atas apa yang telah ia perbuat selama ini. Ia menganggap dirinya paling benar sehingga tidak mau menerima nasihat dari keluarganya yang lain.

Selalu ada gajaran untuk setiap perbuatan. Pemuda itu memiliki hidup yang tidak damai sejahtera. Ia mulai dijauhi oleh keluarganya, bahkan mertuanya pun mulai tidak simpati dengannya. Perbuatan yang buruk akan menuai hasil yang buruk juga.

Mertua bukanlah musuh kita. Keluarga dan saudara bukan juga musuh kita. Mereka adalah penolong melalui nasihat, saran, kritik dan segala hal yang membangun. Didikan baik memang terkadang menyakitkan, namun dari situlah kita dibentuk menjadi pribadi yang baik.

Bagikan Artikel: