Merindukan Tuhan Lebih dari Apapun

Merindukan Tuhan
Merindukan Tuhan

“Seperti rusa rindu sungai-Mu jiwaku rindu Engkau…” Berikut adalah kutipan sebuat lagu yang menyatakan kerindukan kepada Tuhan. Rupnya syair tersebut dilatarbelakangi pada saat Daud menghadapi situasi genting di mana Daud sedang dikejar oleh Saul dan pasukannya untuk dibunuh. Dalam kondisi menghadapi kejaran kematian, Daud bukannya protes atau complain kepada Tuhan, justru sebaliknya di tengah situasi tersebut Daud memilih untuk mencari Tuhan dengan kerinduan yang sangat dalam.

Pertanyaan muncul dalam benak saya. Mengapa kerinduan kepada Tuhan (dalam Mazmur 42:2), diibaratkan dengan rusa yang merindukan air? Pertanyaan saya terjawab pada suatu tayangan TV, di mana pada saat musim kemarau maka tidak terdapat banyak sumber air dan segala jenis binatang (dari yang buas sampai yang jinak) akan mendatangi sumber air yang tersisa. Terdapat potensi bahaya jika rusa mendatangi sumber air yang ada.

Ketika rusa memutuskan untuk mendatangi sungai (sumber air) yang tersisa, maka rusa harus bersiap untuk menghadapi serangan binatang buas yang hendak memangsanya. Karena rusa tersebut membutuhkan air sebagai sumber hidupnya, maka segala resiko bahaya apapun akan dilewati untuk mendapatkan air sumber kehidupan. Rasa hausnya mengalahkan segala ketakutannya. Bagaimana dengan kita, apakah kita sudah mau membayar harga untuk mencari Tuhan dengan penuh kerinduan dan kesungguhan?

Ketika kekurangan air, rusa akan mengeluarkan bau yang sangat tajam dan menjadi indikator keberadaannya di tengah pemangsanya dan ketika pemangsa mengejar rusa, maka rusa akan berlari dengan sekuat tenaga untuk mencapai sungai dan dengan demikian bau tubuhnya tidak akan tercium oleh musuh dan rusa pun akan selamat. Rusa menyadari bahwa satu-satunya tempat perlindungan ketika menghadapi kejaran musuh adalah sungai (sumber air).

Sebagai anak-anak Tuhan, apakah kita sudah berlari sekencang-kencangnya untuk mencari Tuhan seakaan-akan kita akan mati tanpa Dia dan berlindung pada-Nya ketika menghadapi musuh? Apakah kita sudah bergegas dengan sekuat tenaga dan menyadari bahwa tanpa Tuhan kita tidak akan selamat?

Sudahkah Tuhan, menjadi satu-satunya yang kita rindukan lebih dari apapun di dunia ini? Atau ada hal lain yang kita rindukan melebihi kerinduan kita kepada Tuhan? Jika Tuhan adalah satu-satunya  sumber kehidupan kita, maka kita tidak akan pernah melewatkan waktu untuk bertemu dengan Dia.

Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya ALLAH.

Mazmur 42:2

Bagikan Artikel: