Menyingkirkan Gengsi

Menyingkirkan Gengsi
Menyingkirkan Gengsi

Salah satu dampak perkembangan teknologi dan informasi yang sangat cepat saat ini yaitu setiap orang seakan-akan dituntut untuk memamerkan status sosialnya melalui jejaring sosial. Bahkan mempengaruhi standar, cara pandang, dan prioritas, salah satunya adalah masalah gengsi. Gengsi yang berlebihan akan memaksa kita mengorbankan hal penting untuk sesuatu yang tidak terlalu penting demi mengikuti arus yang salah. Dan jika kita mengikuti semuanya tanpa pertimbangan terlebih dahulu, kita hanya akan menyia-nyiakan waktu dan kesempatan berharga yang kita miliki.

Kita harus berpikir mengenai gambaran diri kita secara benar. Hidup kita adalah untuk menyenangkan hati Tuhan, bukan untuk memuaskan keinginan manusia demi standar yang fana. Standar dan tujuan kita ada di dalam Tuhan, bukan pada manusia. Kita memang memiliki banyak kebutuhan dan keinginan, namun semua itu harus memiliki batasan yang jelas, mana yang boleh dan mana yang harus disingkirkan. Jadi, sikap gengsi yang mengarah pada kesombongan adalah satu hal yang harus kita hilangkan. Agar kita bisa fokus kepada apa yang dikehendaki oleh Tuhan.

Hiduplah dengan rasa syukur, hargai semua yang kita miliki sebagai berkat yang berharga, yang harus kita pakai dan dikembangkan. Hiduplah dengan rasa kasih, hargai semua orang dengan perbedaan dan keunikannya. Rendahkan hati kita seperti Yesus yang merendahkan diri-Nya untuk menjadi manusia. Kejarlah pujian dari Allah, bukan dari manusia, dan biarlah kehidupan kita terlihat lebih bergengsi di hadapan Allah dari pada di hadapan manusia.

Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.

Amsal 16:18

Bagikan Artikel: