Menyerahkan Hidup Kepada Tuhan

Hidup bermakna adalah hidup yang digerakkan oleh kerinduan hati untuk mengenal tujuan Allah menciptakan kita dan menggenapkannya seumur hidup kita. Bila kita sudah mengalami kasih Bapa, hidup kita akan dipenuhi oleh sukacita yang disebabkan rasa syukur yang berlimpah; sebab kita telah menerima anugerah penebusan dosa yang menjadikan kita anak-anak Allah. Sukacita dan kasih yang dicurahkan Allah dalam hati kita telah menggerakkan hati kita untuk menyerahkan hidup kepada Allah sebagai persembahan hidup yang kudus dan yang berkenan kepada Allah, dan rasul Paulus menjelaskan bahwa itu adalah ibadah yang sejati. Prinsip hidup bermakna pertama adalah menyerahkan seluruh hidup kepada Allah sebagai ibadah yang sejati.

Jadi jika kita ingin hidup kita bermakna, mari kita serahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan. Bukan hidup yang asal-asalan, bukan hidup yang sembrono namun hidup yang kudus dan berkenan kepada-Nya. Karena itu kita harus menjaga hidup kita sungguh-sungguh agar layak dipersembahkan kepada Tuhan. Milikilah juga hati yang memiliki kerinduan untuk terus mengenal Allah yang menciptakan kita, agar kita mengerti kehendak dan rencana-Nya sehingga kita dapat memenuhi kehendak-Nya di dalam hidup kita.

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah; itu adalah ibadahmu yang sejati”
Roma 12:1

Bagikan Artikel: