Menyembah Allah

Menyembah atau Proskuneo memiliki beberapa pengertian. Pertama, mencium yang tidak dapat dilakukan dari jauh, melainkan dari dekat. Ini yang seharusnya kita lakukan ketika menyembah Allah. Menyembah berarti mendekati Allah, memiliki keintiman dengan Allah.

Kedua, Pros (kedekatan), kuon (anjing). Dapat diartikan seperti anjing yang menjilat tuannya. Inilah gambaran kita ketika menyembah Tuhan. Ternyata menjilat tuannya adalah cara anjing mengekspresikan kasihnya, kesetiaannya dan ketaatannya. Setiap kali kita menyembah Tuhan, kita perlu merendahkan diri kita di hadapan Tuhan seperti seorang hamba kepada tuannya. Tapi yang luar biasa adalah hubungan hamba dan tuan ini bukan hubungan yang kaku, ketaatan sebagai kewajiban dan menyembah sebagai rutinitas.  Sebaliknya ini adalah hubungan yang intim. Ketaatan karena kasih kepada tuannya, menyembah dari kecintaan yang luar biasa kepada Tuhan.  Jadi saat kita menyembah, itulah saat kita mengekspresikan kasih, kesetiaan dan ketaatan kepada Tuhan.

Ketiga, bersujud dan tersungkur. Bersujud atau tersungkur dalam penyembahan adalah bentuk pemujaan dan penghormatan kepada Tuhan. Seperti tua-tua yang tersungkur di hadapan Dia yang duduk di atas tahta itu.

Mulai hari mari kita menyembah Tuhan dengan benar, dengan membangun hubungan kita yang intim dan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Ketika datang kepada Tuhan mari kita tunjukkan kasih, kesetiaan dan ketaatan kita kepada-Nya. Mari kita melatih diri kita untuk memberi penghormatan kepada Allah dengan tersungkur di kaki-Nya. Bukan untuk dilihat oleh orang, melainkan karena kita sungguh-sungguh menghormati Dia dari dalam hati kita. Ingatlah bahwa kita semua ini hanyalah hamba, sedangkan Dia adalah Raja di atas segala raja dan Tuhan di atas segala Tuhan.

Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran
Yohanes 4:24

Bagikan Artikel: