Menyelamatkan Diri dengan Kebohongan

Merry telah melakukan kesalahan di tempatnya bekerja dan ia langsung dipanggil oleh pimpinannya. Ketika ditanya tentang kejadian yang sebenarnya, Merry memilih untuk berbohong. Apa yang dilakukan Merry memang telah menyelamatkannya. Kebohongan membuatnya tetap bekerja di perusahaan tersebut.

Namun pada akhirnya kesalahan Merry terbongkar. Yang semula Merry sangat dipercaya oleh teman-teman juga pimpinannya atas kejujurannya, kini tidak lagi. Tak seorangpun yang bisa mempercayai kata-kata Merry meskipun ia telah berkata yang sejujurnya. Kebohongannya yang lalu memang menyelamatkannya tapi hanya sementara dan kini berbalik menjadi bumerang yang menghancurkan dirinya sendiri.

Marilah kita belajar untuk selalu berkata jujur. Kita harus bisa bertanggung jawab terhadap apa yang telah kita lakukan. Saat kita melakukan kesalahan, kita juga harus siap untuk menanggung resikonya. Tidak ada kejujuran yang berakhir dengan keburukan. Dengan berkata jujur, harga diri kita tidak akan jatuh.

Tapi saat kita berkata dengan penuh kebohongan, mungkin kita akan terhindar dari masalah. Kebohongan bersifat sementara sebab kebenaran akan selalu menemukan jalannya. Akan ada waktunya di mana kebohongan terungkap dan akan menjadi alat penghancur bagi si pembohong itu sendiri.

Kita adalah anak-anak Tuhan yang selalu diajarkan untuk hidup dalam kebenaran. Jauhilah lidah dusta dan katakan yang sejujurnya. Jangan takut dihina karena kesalahan kita. Takutlah saat kebohongan itu menarikmu dalam kematian kekal.

Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata.

Amsal 12:19

Bagikan Artikel:

Tags: , ,


youtube

Motivasi Terkini
Jesus
You might also likeclose