Menyeimbangkan Iman dan Perbuatan

Menyeimbangkan Iman dan Perbuatan
Menyeimbangkan Iman dan Perbuatan

Dalam Matius 23 dijelaskan bahwa Yesus mengecam ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, bukan karena apa yang mereka ajarkan tapi karena mereka tidak melakukan apa yang mereka ajarkan itu. Yesus berkata: “Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya” (Matius 23:3). Para ahli itu suka duduk di bagian paling depan rumah ibadah, tapi mereka terlalu sibuk mengajar orang banyak. Mereka duduk di tempat terhormat dan melakukan pekerjaan hanya agar dilihat baik dan dipuji orang. Mereka lupa hal penting lainnya yang ada dalam ajaran itu sendiri. Mereka melupakan keadilan dan rasa belas kasihan pada sesama.

Melalui perbuatan kita, seharusnya orang lain dapat merasakan kasih Kristus. Bukan untuk menuai pujian untuk kehebatan kita, melainkan untuk Dia yang layak ditinggikan. Karya keselamatan yang kita terima dari Kristus dapat kita perlihatkan agar membawa keselamatan juga pada orang lain. Bukan hanya berapi-api atas firman yang kita terima melainkan berapi-api juga membentuk hati dan perbuatan kita agar menjadi firman yang hidup. Jangan sampai kita melupakan esensi dari firman yang sudah kita dengar, yaitu menyebarkan dan melakukannya.

Iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong. Oleh karena perbuatan-perbuatan itulah iman menjadi sempurna. Kita dibenarkan bukan hanya karena iman, tetapi juga karena perbuatan-perbuatan kita (Yakobus 2:24). Karena Iman yang kita miliki harus tampak melalui perbuatan dalam hidup kita. Karena itu, pendalaman akan firman Tuhan bukan sekedar hapal teorinya, tapi yang tidak kalah penting yaitu menjaganya tetap tumbuh dan berbuah dengan menyeimbangkan iman dan perbuatan.

Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

Yakobus 2:26

Bagikan Artikel: