Menyangkal Akal Pikiran dengan Iman

Untuk percaya bahwa apa yang kita doakan sudah dijawab oleh Tuhan, membutuhkan iman yang murni bahwa kita telah menerima apa yang kita doakan. Dengan iman yang murni inilah kita dapat merasakan berkat-berkat Tuhan yang melimpah dan menerima apa yang kita minta, tentunya permintaan kita sesuai dengan kehendak-Nya. Berulangkali kita berdoa dan meminta kepada Tuhan, namun kita tidak menerima apa-apa dan tidak terjadi apa-apa. Setelah melewati beberapa waktu, kita tetap menjumpai situasi yang sama. Di saat-saat itulah Tuhan menginginkan kita percaya kepada-Nya, kepercayaan yang murni dan sungguh-sungguh kepada-Nya. Hal ini sungguh sulit karena kita harus menyangkal akal pikiran kita dan mengakui kesanggupan Allah menjawab permohonan kita, meskipun kenyataannya belum terlihat.

Sebagai orang percaya kita semua tahu bahwa keraguan kitalah yang menjadi penghalang jawaban doa. Karena itu ketika kita berdoa kepada Tuhan miliki iman yang murni yang percaya penuh bahwa Allah telah mengabulkankan setiap doa kita. Yang perlu kita ingat adalah permohonan yang kita minta sesuai dengan kehendak Tuhan. Ia juga menginginkan kita tetap memiliki keteguhan dan kepercayaan hati yang sama ketika kita datang pertama kali, meskipun beberapa waktu kemudian kita belum melihat perubahan apa-apa. Ingat keraguan kitalah penghalang terbesar dikabulkan atau tidaknya doa kiat.

Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek.
Keluaran 17:11

Bagikan Artikel: