Menyalahkan Orang Lain

Salah satu kebiasaan buruk yang dilakukan manusia sejak kejatuhan manusia yang pertama di taman eden adalah menyalahkan orang lain. Perbuatan pertama kali dilakukan oleh Adam ketika memakan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat yang diberikan oleh istrinya Hawa. Bukannya mengakui dan mempertanggungjawabkan kesalahannya, ia malah melemparkan kesalahan itu kepada istrinya. Setelah itu istrinya (Hawa) melemparkan kesalahannya kepada ular. Keadaan pada waktu itu masih sering kita temui pada saat ini. Manusia lebih sering menyalahkan orang lain dibanding mengambil tanggung jawab atas perbuatannya. Perbuatan buruk ini seperti sebuah candu, yang selalu datang berulang kali agar kita melakukannya lagi, jika tidak segera menyembuhkannya. Karena itu untuk melepaskan kebiasaan buruk ini langkah awal dari suatu pemulihan adalah dengan mengakui kesalahan tersebut dan mengambil tanggung jawab atas perbuatannya sendiri. Sebab orang-orang yang mau jujur dan mau berubahlah yang akan diubahkan.

Sebagai orang percaya kita juga tidak akan luput dari kebiasaan buruk. Mungkin bukan menyalahkan orang lain, tapi ada kebiasaan-kebiasaan buruk lainnya yang sulit untuk kita lepaskan bahkan sudah menjadi candu dalam hidup kita. Mari hari ini kita mengambil sebuah keputusan untuk melepaskan diri dari hal tersebut. Langkah awal yang harus kita ambil adalah mengakuinya dengan jujur di hadapan Tuhan, bahwa kita telah bersalah dan siap mempertanggungjawabkan segala kesalahan itu. Sebab langkah awal ini akan membawa pemulihan bagi hidup kita.

Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” Kemudian firman Tuhan kepada perempuan itu; “Apakah yang telah kau perbuat itu?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.”
Kej
adian 3:12-13

Bagikan Artikel: