Menutup Pintu Masa Lalu

Kemarin teman saya bercerita, dia baru saja membakar beberapa buku diarynya. Yang ia bakar adalah yang memiliki sederetan kenangan pahit. Teman saya tidak ingin suatu saat membuka dan membacanya kembali. Ia ingin benar-benar menutup rasa kecewa di masa lalu agar tidak muncul kembali di kemudian hari.

Kita semua memiliki masa lalu dan pastinya tidak semua kisah membahagiakan. Ada masa-masa di mana dulu kita begitu kecewa, marah, menyesal dan bahkan tidak ingin hari itu terjadi. Namun kita tidak mengubah apa yang telah lalu. Kita harus menutup pintu masa lalu yang membuat kita sakit hati dengan cara mengampuni.

Jangan mengampuni setengah-setengah. Ampunilah dengan tulus agar luka itu sembuh. Dan angkatlah wajahmu untuk memandang ke depan. Lihatlah, Tuhan telah membuka pintu yang baru. Pintu yang menuju ke masa depan yang lebih indah.

Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.

Amsal 23:18

Bagikan Artikel: