Menulis di Atas Pasir

Ada seorang wanita yang sedari pagi hingga sore duduk di tepi pantai. Wanita itu terus menulis meskipun berkali-kali ombak menyapunya. Wanita itu semula datang dengan wajah penuh amarah. Hingga akhirnya ketika senja hendak tiba, ia merebahkan tubuhnya dengan wajah lebih bahagia.

Wanita itu telah selesai dengan amarah dan kecewanya. Ketika dia tidak sanggup membalas perbuatan orang-orang yang membencinya, ia selalu datang ke pantai untuk menulis di atas pasir. Dia mungkin selalu dilukai, tapi ia tidak ingin kehidupannya melukai orang lain.

Hendaknya demikianlah kita. Tuliskan semua kecewa di atas pasir dan ukirlah kebaikan yang kita terima terima di atas batu. Tulis semua rasa sakit di atas pengampunan, biarkan pengampunan itu seperti ombak yang menyapu segala kecewa dalam hati. Dan selalu ingatlah kebaikan Tuhan agar tak ada lagi keraguan saat melangkah.

Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni

Efesus 4:32a

Bagikan Artikel: