Menukar Kebahagiaan

Di dalam sebuah restoran, ada salah satu meja yang diisi oleh satu keluarga. Mereka memesan makanan sesuai keinginan, namun ada salah satu anak yang harus dipesankan oleh ibunya lantaran ia terlalu kecil. Ketika makanan tiba dan mulai makan, si kecil marah sebab ia menginginkan makanan seperti kakaknya. Sang kakak pun akhirnya rela menukar makanan dengan adiknya.

Tidak lama kemudian si kecil mulai menangis, rupanya menu yang dipilih oleh kakaknya terlalu pedas untuk anak seuisia dirinya. Inilah yang kemudian menjadi pelajaran bagi si kecil bahwa pilihan ibu selalu terbaik untuknya dan tidak perlu menukarnya dengan kepunyaan orang lain.

Tuhan sudah memberikan berkat sesuai dengan porsi dan kemampuan kita. Namun yang ada kita cenderung menginginkan berkat yang diterima orang lain. Tuhan tahu kapan saat yang tepat untuk kita menerima berkat yang besar. Saat hati kita tidak siap, maka akan menjadi malapetaka bagi kita. Syukurilah apa yang ada pada kita saat ini.

Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.

Amsal 14:30

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , ,

You might also likeclose