Menjawab Panggilan

Menjawab Panggilan
Menjawab Panggilan

Di dalam Alkitab kita dapat melihat pemanggilan beberapa tokoh oleh Tuhan untuk diutus melakukan pekerjaan-Nya dan menyatakan kuasa-Nya kepada bangsa Israel maupun bangsa-bangsa lain. Salah satunya adalah Yesaya. Setelah Tuhan menghapus kesalahan Yesaya dan mengampuni dosanya, Ia bertanya pada Yesaya siapa yang akan diutus. Yesaya pun dengan yakin mengajukan dirinya untuk diutus Tuhan. “Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!” (Yes. 6:8).

Banyak yang dipanggil namun sedikit yang menjawab panggilan Tuhan. Sebagian merasa takut, merasa tidak mampu dalam menjalankan panggilan Tuhan, atau merasa panggilan itu tidak terlalu penting dibanding kesibukan yang lain. Padahal Tuhan memiliki rencana yang besar atas hidup kita, yaitu agar hidup kita menjadi saksi-Nya di dunia ini agar orang lain semakin mengenal Tuhan. Sebuah keistimewaan buat kita karena Tuhan memilih kita secara langsung untuk melakukan rencana-Nya.

Tuhan memanggil dan mengutus masing-masing kita untuk menjadi terang di kehidupan orang lain. Mungkin saat ini kita dipanggil untuk menunjukkan jalan keluar atas masalah orang lain, untuk membawa mereka kembali ke jalan yang benar, untuk membantu mereka melewati pergumulan yang mereka hadapi, untuk menghadirkan terang dan kasih Tuhan di dalam dunia. Kapan pun Tuhan memanggil kita untuk suatu pekerjaan tertentu dan kemana pun Tuhan mengutus kita untuk menggenapi rencana-Nya yang besar, hendaklah kita menjawab dengan penuh keyakinan dan keberanian. Tuhan akan menjadi kekuatan dan perisai saat kita bekerja seturut kehendak-Nya.

Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!”

Yesaya 6:8

Bagikan Artikel: