Menjawab Panggilan Tuhan

Menjawab Panggilan Tuhan
Menjawab Panggilan Tuhan

Tuhan memanggil Yunus dan mengutusnya ke Niniwe untuk memberitakan pertobatan, karena bangsa Niniwe adalah bangsa yang sangat jahat. Tapi Yunus melarikan diri ke Tarsis jauh dari hadapan Tuhan, ia berpikir ia bisa lari dari panggilan Tuhan dengan menolak tugas yang diberikan Tuhan, namun Tuhan menurunkan badai besar pada kapal yang ditumpanginya dan akhirnya ia ditelan ikan besar.

Tuhan menempatkan kita di dunia ini untuk menggenapi rencana-Nya melalui panggilan khusus yang sudah disiapkan bagi kita. Panggilan Tuhan dalam hidup kita bukan untuk diabaikan melainkan harus dikerjakan. Tuhan memanggil kita untuk mengasihi dan melakukan tugas pelayanan. Memenuhi panggilan Allah memang membutuhkan pengorbanan, kadang kita harus keluar dari zona nyaman dengan segala resiko yang ada. Tetaplah berdoa agar Ia menjernihkan pikiran kita untuk tetap taat dan mengambil jalan yang benar, agar sekelam apapun jalan yang kita tempuh terang dari Yesus akan selalu menyertai kita. “Sebab itu, hai saudara-saudara yang kudus, yang mendapat bagian dalam panggilan sorgawi, pandanglah kepada Rasul dan Imam Besar yang kita akui, yaitu Yesus (Ibrani 3:1).”

Marilah kita mendengar dan menjawab panggilan Tuhan kemana pun kita ditempatkan dan apapun tugas yang diberikan. “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu (Yeremia 29:7).” Panggilan dan rencana itu semata-mata hanya untuk kebaikan kita karena Tuhan akan membentuk kita melalui tanggung jawab dan ketaatan.

Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.

Efesus 4:1

Bagikan Artikel: