Menjalani Hidup dengan Rasa Syukur

Kemarin ketika hendak pergi ke supermarket, saya memesan taksi online. Dari awal masuk mobil hingga tiba di tempat tujuan, si sopir terus mengeluh. Dia menceritakan masa-masa sulitnya selama pandemi. Berbeda dengan taksi online yang saya pesan sewaktu pulang, sopirnya selalu bersyukur apapun yang sedang ia alami saat ini.

Mengucap syukur memang lebih baik daripada mengeluh. Bukan hanya untuk diri kita sendiri, melainkan juga untuk orang lain. Dengan mengucap syukur, kesaksian kita menjadi berkat bagi kehidupan orang lain. Semangat mereka yang patah menjadi bangkit begitu mendengar perkataan kita.

Kita memang tidak bisa mengubah situasi yang sulit, tapi kita bisa mengubah pola pikir. Mungkin kita tidak mendapatkan apa yang kita mau, tapi dengan hati yang penuh syukur, hidup kita akan selalu merasa cukup. Pikirkanlah hal-hal yang positif dan teruslah berharap kepada Tuhan, maka hidup kita akan jauh dari rasa kuatir.

Sekarang, ya Allah kami, kami bersyukur kepada-Mu dan memuji nama-Mu yang agung itu.

1 Tawarikh 29:13

Bagikan Artikel: