Menjaga Hati Tuhan dengan Menjaga Hatimu

Sewaktu kecil, adik kerap menangis ketika bermain dengan saya. Kata ibu, saya tidak bisa menjaga hatinya. Ibu meminta agar saya bisa menjaga perkataan yang hendak dilontarkan. Saya mulai belajar berkata lembut dan sejak saat itu adik tidak lagi menangis.

Tanpa kita sadari, tubuh kita penuh dengan “senjata” yang sewaktu-waktu bisa melukai orang lain. Mulai dari lidah yang bisa berkata kasar, bohong, fitnah dan hal-hal negatif lainnya. Ada juga tangan yang bisa mengambil hak orang lain. Bila kita tidak ingin menjadi “perusak” kehidupan orang lain, kita harus bisa menjaga lidah serta tingkah laku.

Mata kita juga bisa sangat jahat. Kita mulai berani melihat hal-hal porno. Hati dan pikiranpun mulai merencanakan hal-hal buruk. Ketika kita merasa iri, kita berusaha menghancurkan kesuksesan orang lain.

Bila kita tidak bisa menjaga kehidupan dari dosa, maka sama halnya telah melukai hati Tuhan. Setiap pelanggaran yang kita lakukan akan membuat Tuhan bersedih, sebab kita tidak lagi menghargai pengorbanan-Nya di kayu salib. Tuhan merelakan nyawa-Nya untuk menebus dosa kita. Maka dari itu jagalah hati Tuhan dengan menjaga hati kita. Kehidupan kita tergantung dari apa yang ada di dalam hati. Saat hati kita baik, baik pulalah hidup kita.

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Amsal 4:23

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , ,

You might also likeclose