Menjadi Teladan

Keteladanan bukan berbicara tentang usia. Orang yang sudah tua tidak menjamin dapat menjadi teladan yang benar sebaliknya usia muda belum tentu tidak bisa menjadi teladan. Keteladanan adalah satu sikap yang disengaja atau pun tidak sengaja yang dijadikan contoh bagi orang yang melihatnya. Biasanya keteladanan ini mengarah kepada sifat, sikap dan perbuatan baik. Seperti yang dilakukan oleh jemaat Tesalonika, meskipun jemaat Tesalonika adalah jemaat yang baru namun mereka mampu menjadi teladan bagi Makedonia dan Akhaya. Apa yang membuat jemaat ini menjadi teladan. Pertama, mereka memiliki iman yang teguh di dalam Tuhan. Mereka memiliki iman yang produktif. Iman yang dipraktikan dalam perbuatan. Kedua, teladan dalam kasih. Kasih yang dimiliki jemaat Tesalonika adalah kasih yang praktis bukan teoritis. Kasih yang ditunjukkan lewat hidup mereka, bukan sekedar ucapan belaka. Kasih mereka ditunjukkan lewat pelayanan mereka kepada Tuhan. Mereka melayani Allah melalui penyembahan dan pengorbanan. Kasih kepada Allah juga diikuti dengan kasih kepada sesama. Selanjutnya teladan yang jemaat Tesalonika adalah pengharapan mereka dalam Tuhan. Terlihat dari ketekunan mereka dalam menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.

Lalu bagaimana dengan kita, sebagai seorang jemaat dari Gereja lokal apakah kita sudah menjadi teladan bagi jemaat yang lain. Bagaimana keadaan iman kita, apakah iman kita adalah iman yang ditunjukkan melalui perbuatan-perbuatan? Lalu bagaimana juga dengan kasih kita, apakah kasih kita hanya sekedar ucapan semata atau kasih yang nyata melalui sikap hidup melayani Tuhan dan sesama. Apakah sampai hari ini pengharapan kita masih tetap teguh dan mampu bertahan sampai kedatangan Tuhan yang kedua kali. Saatnya kita melihat keadaan hidup kita, apakah selama kita menjadi orang percaya kita sudah menjadi teladan. Jika belum mari kita mulai memperbaiki diri kita.

sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita
1 Tesalonika 1:3

Bagikan Artikel: