Menjadi Seperti yang Tuhan Ciptakan

Seperti yang Tuhan Ciptakan
Seperti yang Tuhan Ciptakan

Kalau kita punya uang Rp 100.000, namun uang tersebut sudah jatuh ke selokan, atau terinjak-injak di tanah sampai kotor, atau sudah diremas-remas sampai lusuh dan lecek, apakah kita masih menginginkannya? Bagaimanapun keadaan uang itu kita pasti akan tetap menginginkannya, kalau basah akan kita coba keringkan dan kalau robek akan kita satukan kembali. Kita tetap menginginkannya karena uang tersebut masih tetap berharga dan masih berguna, meskipun sudah kotor dan basah nilainya masih tetap sama.

Tuhan menciptakan kita menjadi karya yang berharga. Sesuatu yang berharga tidak layak diletakkan pada tempat yang kotor dan tidak layak. Seperti yang tertulis pada Matius 7:6, “Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.” Tempatkanlah diri kita di mana seharusnya kita berada, di tempat yang pantas dan bukan di antara dosa dan kejahatan, agar hidup kita memancarkan kemuliaan Allah.

Sebagai ciptaan Allah yang segambar dan serupa dengan-Nya, kita adalah ciptaan yang berharga. Bahkan sebelum kita lahir di dunia ini, Allah telah menggariskan hidup kita sedemikian rupa. Hal itu karena kita sangat dikasihi-Nya dan bukti kasih-Nya yang tidak terbatas adalah kematian Yesus di kayu salib, untuk menebus dosa kita dan membersihkan kembali hidup kita. Walau kita sudah kotor dan tidak layak, namun Allah selalu berusaha untuk menguduskan hidup kita kembali. Dan ini harus kita respon dengan rasa syukur dan sikap yang selalu menghargai hidup. Kita harus memandang berharga hidup kita, sebagaimana Tuhan memandangnya berharga.

Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Efesus 2:10

Bagikan Artikel: