Menjadi Bahagia

Menjadi Bahagia
Menjadi Bahagia

Seorang gadis kecil baru saja kehilangan boneka kesayangannya. Setiap hari dia merasa bersedih sehingga tidak mau menemui orang tuanya. Gadis kecil itu menganggap bahwa bonekanya adalah sumber kebahagiaannya.

Suatu hari, teman-teman sekolahnya berkunjung untuk menemuinya. Teman-temannya membawakan banyak mainan dan juga permen cokelat kesukaannya. Gadis itu pun mulai berbincang banyak hal sehingga tanpa disadari, dirinya tertawa terbahak-bahak. Gadis kecil itu pun mulai melupakan bonekanya sebab teman-temannya telah membuatnya bahagia.

Terkadang kita mematok kadar bahagia pada suatu impian tertentu. Dan pada saat kita tidak bisa mencapainya, maka kita akan bersedih dan mulai undur diri dari hadapan Tuhan karena merasa kecewa.

Kita harus menyadari bahwa sumber kebahagiaan bukanlah dari hal-hal besar yang kita impikan. Namun berasal dari hal-hal kecil yang berasal dari sekitar kita, misalnya keluarga dan sahabat kita. Jika kita bisa membuka hati dan menerima mereka dalam hidup kita, maka kita akan bsa merasakan kebahagiaan itu sesungguhnya, yaitu kebersamaan.

Berbahagialah bangsa yang tahu bersorak-sorai, ya TUHAN, mereka hidup dalam cahaya wajah-Mu;

Mazmur 89:16

Bagikan Artikel: