Menjadi Bahagia Itu Pilihan

Menjadi Bahagia Itu Pilihan
Menjadi Bahagia Itu Pilihan

Jika pepatah mengatakan bahwa bahagia itu adalah pilihan, maka pepetah itu benar adanya. Di saat keadaan begitu semarak, ada orang-orang yang tidak bisa menikmatinya, mereka masih saja bersedih hati. Begitu pula sebalaiknya, ada yang bisa berbahagia saat kondisi sebenarnya sangat tidak nyaman. Bahagia itu muncul bukan dari luar namun dari dalam hati.

Saat kita bangun dari tidur, saat pertama kali membuka mata, maka kita sudah bisa menentukan sebuah pilihan mau menjalani hari itu seperti apa. Mau menjadi bahagia sepanjang hari atau mengisinya dengan kekuatiran, kekecewaan, kesedihan dll. Logikanya adalah, untuk apa kita memilih kesedihan jika sesungguhnya berbahagia itu lebih menyenangkan?

Kita berhak untuk memilih melewati hari dengan kebahagiaan, namun kita tidak boleh melupakan Tuhan. Saat pertama kali kita membuka mata, hendaknya kita terlebih dahulu datang kepada Tuhan. Sebahagianya kita jika semua itu tanpa penyertaan Tuhan, maka akan sia-sia. Menjadi bahagia itu adalah pilihan, namun kesetiaan kepada Yesus adalah sumber kehidupan.

Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar.

1 Petrus 3:14

Bagikan Artikel: