Menilai dari Telinga

Telinga bisa menjadi sumber dosa jika kita terlalu mempercayai perkataan orang lain. Tuhan menciptakan kita dengan mata, tangan, kaki, akal pikiran dan hati nurani agar kita bisa menilai seseorang secara adil. Bila kita mendapat kabar negatif tentang seseorang, ada baiknya kita melihatnya sendiri. Kita bisa bergerak, berjalan untuk mencari kebenarannya.

Janganlah hidup kita diatur berdasar apa yang orang lain katakan. Kita berhak menentukan pilihan sendiri dan pilihan itu kiranya selaras dengan apa yang Tuhan kehendaki. Jangan pula merasa bahwa diri kita paling benar sehingga menjadi hakim atas kehidupan orang lain.

Mari kita saling mengasihi satu sama lain. Cobalah untuk tidak selalu berpikiran buruk tentang orang lain. Biarlah hati kita menjadi damai tanpa mengorek kesalahan dan aib orang lain.

Karena telinga itu menguji kata-kata, seperti langit-langit mencecap makanan.

Ayub 34:3

Bagikan Artikel: