Menguji Iman

Menguji Iman
Menguji Iman

Ketika bermain layang-layang, Ben, seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun terpeleset. Ben hanya berpegang pada sebuah batang pohon tua dan jika melepaskannya begitu saja maka akan terjatuh ke dalam jurang. Di bawah sana, di sisi tebing yang sama, ada seorang pria yang berteriak ke arah Ben, “Melompatlah!”

Ben sangat ketakutan dan tetap berpegang pada batang pohon tersebut hingga tangannya terluka. Pria itu adalah ayah Ben dan mereka berdua sedang berkemah di sana. Kemanapun Ben bermain, ayahnya selalu mengawasi sekalipun Ben tidak mendengar nasihat ayahnya. Karena Ben tidak kuat menahan sakit pada tangannya, maka Ben melepaskan batang pohon itu. Dan di bawah sana, tangan ayah dengan sigap menangkap tubuhnya.

Kita seringkali tidak percaya kepada apa yang Tuhan katakan. Banyak pertanyaan yang timbul di dalam hati kita, apakah Tuhan akan benar-benar menolong? Bagaimana jika ternyata Tuhan tidak menolong? Jangan kita mengeraskan hati seperti Ben. Saat Tuhan katakan, “Melompatlah dengan iman!” maka kita harus belajar untuk percaya bahwa Tuhan tidak akan membiarkan kita terjatuh.

Karena dengan Engkau aku berani menghadapi gerombolan, dan dengan Allahku aku berani melompati tembok.

Mazmur 18:30

Bagikan Artikel: