Mengubah Hati Orang Lain

Ada seorang nenek yang sangat pelit kepada cucunya. Pada mulanya nenek tinggal seorang diri, sampai pada akhirnya cucunya menemaninya. Nenek memperlakukan cucunya dengan sangat kasar. Cucunya harus tidur di halaman belakang dekat kandang ayam dan hanya diberi makan sehari sekali. Namun tidak sedikitpun cucunya menjadi marah dan meninggalkannya. Justru semakin hari, cucunya semakin mengasihi nenek.

Suatu hari nenek menjadi sadar bahwa selama ini telah jahat terhadap cucunya. Kebaikan hati cucunya rupanya telah menggugurkan semua rasa benci yang ada di dalam hatinya. Nenek menjadi lemah lembut bukan karena paksaan, namun karena kasih yang diberikan oleh cucunya.

Kita tidak bisa mengubah hati orang lain sesuai dengan apa yang kita inginkan. Kita tidak bisa memaksa orang lain untuk berbuat baik kepada kita. Namun kita masih memiliki kesempatan untuk melatih hati kita agar tetap berbaik sangka kepada orang lain.

Sekeras-kerasnya batu masih bisa hancur oleh tetesan air. Sejahat-jahatnya hati manusia, masih bisa berubah menjadi baik oleh karena aliran kasih kita. Tetaplah mengasihi tanpa memandang baik atau buruknya orang lain.

Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan.

1 Yohanes 2:10

Bagikan Artikel: