Menghargai yang Kecil

Kita cenderung memandang sebelah mata pada sesuatu yang kecil, biasa, dan sederhana, seperti berkat yang kecil, bakat yang terlihat biasa, tampilan yang sederhana, atau benda-benda kecil yang terlihat kurang penting. Dalam Alkitab banyak sekali bukti bahwa Allah memilih yang dianggap kecil dan tidak layak untuk dibentuk dalam rancangan yang besar. Beberapa diantaranya yaitu kota kecil Betlehem yang menjadi tempat lahirnya Sang Juruselamat dunia, kemudian ada Daud dan Gideon yang dipilih Allah meskipun mereka masih sangat muda dan dianggap tidak layak untuk menjadi pemimpin. Dan juga dalam keseharian Yesus ditunjukkan bahwa Ia sangat dekat dengan orang-orang kecil, orang yang terpinggirkan, orang berdosa dan yang dianggap tidak layak untuk Kerajaan Allah.

Allah ingin merombak cara berpikir kita tentang segala sesuatu. Ia ingin agar kita melihat dengan sudut pandang yang benar tentang segala sesuatu. Dengan menghargai dan mensyukuri semua berkat yang diberikan Allah tanpa membanding-bandingkannya dengan yang lain, karena Ia dapat memakainya untuk pekerjaan-pekerjaan yang besar. Dalam 1 Korintus 1:27-29 dikatakan, “Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah.”

Kita perlu belajar menghargai segala sesuatu yang kelihatannya kecil dan tidak berguna. Hal yang kecil itu ternyata mampu memberikan dampak yang besar dalam hidup kita. Sesuatu yang kecil bisa menjadi sangat penting bila Allah memakainya sesuai kehendak-Nya. Kita tidak perlu minder dengan kelemahan dan keterbatasan kita, kita tidak perlu peduli dengan stigma negatif yang diberikan orang lain kepada kita. Karena melalui anugerah Allah, hal-hal kecil dapat dipakai dalam rencana-rencana yang besar. Apapun yang sedang kita kerjakan, kerjakanlah dengan kesungguhan. Apapun berkat yang telah kita terima, syukurilah dengan penuh sukacita. Karena Allah menghargai orang yang penuh syukur dan Ia akan memberikan kepercayaan yang lebih besar lagi.

Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Lukas 16:10

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , , ,

You might also likeclose